PENDAHULUAN GAME EDUKASI
Kirriemuir, et al (2004:1) menyatakan bahwa game komputer saat ini menjadi bagian
penting pada anak-anak untuk memanfaatkan waktu luang mereka dan juga menjadi
bagian dari kebudayaan kita. Bahkan seringkali, kita sebagai orang dewasa juga
merasa takjub ketika melihat anak-anak menghabiskan waktunya untuk bermain game di komputer.
Hampir semua game dibuat sebagai hiburan. Namun
seperti halnya pada olah raga yang bersifat kompetitif, seharusnya game juga dapat membantu para pemainnya
untuk belajar sportif. Sportifitas sendiri merupakan nilai positif yang
diharapkan terkandung dari sebuah game.
Manfaat lain adalah
aspek kecerdasan dan reflek saraf yang terasah dalam sebuah game, terutama game yang bersifat sangat kompetitif. Dengan dasar Itulah mengapa game
sebenarnya juga baik jika dilibatkan dalam proses pendidikan (educational game) untuk anak-anak, karena dengan belajar melalui visualisasi
yang menarik diharapkan semangat anak untuk belajar akan lebih terpacu. Toprac (2008:225)
menyatakan
The appeal of the activity
may be enhanced by enlisting the motivation to compete with others. Endogenous
competitive motivation may be produced by creating an activity in which
competitors’ actions affect each other.
Aktivitas siswa dalam
educational game, dapat ditingkatkan
dengan adanya motivasi untuk berkompetisi. Motivasi untuk bersaing secara
terbuka, dapat dihasilkan dari pembentukan aktivitas dimana perbuatan dari
salah satu siswa mempengaruhi siswa yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar