Rabu, 06 Juni 2012

Jurnal Digital Game Based Learning


PENDAHULUAN GAME EDUKASI
Kirriemuir, et al (2004:1) menyatakan bahwa game komputer saat ini menjadi bagian penting pada anak-anak untuk memanfaatkan waktu luang mereka dan juga menjadi bagian dari kebudayaan kita. Bahkan seringkali, kita sebagai orang dewasa juga merasa takjub ketika melihat anak-anak menghabiskan waktunya untuk bermain game di komputer. 
Hampir semua game dibuat sebagai hiburan. Namun seperti halnya pada olah raga yang bersifat kompetitif, seharusnya game juga dapat membantu para pemainnya untuk belajar sportif. Sportifitas sendiri merupakan nilai positif yang diharapkan terkandung dari sebuah game.
Manfaat lain adalah aspek kecerdasan dan reflek saraf yang terasah dalam sebuah game, terutama game yang bersifat sangat kompetitif. Dengan dasar Itulah  mengapa game sebenarnya juga baik jika dilibatkan dalam proses pendidikan (educational game) untuk anak-anak, karena dengan belajar melalui visualisasi yang menarik diharapkan semangat anak untuk belajar akan lebih terpacu. Toprac (2008:225) menyatakan
The appeal of the activity may be enhanced by enlisting the motivation to compete with others. Endogenous competitive motivation may be produced by creating an activity in which competitors’ actions affect each other.
Aktivitas siswa dalam educational game, dapat ditingkatkan dengan adanya motivasi untuk berkompetisi. Motivasi untuk bersaing secara terbuka, dapat dihasilkan dari pembentukan aktivitas dimana perbuatan dari salah satu siswa mempengaruhi siswa yang lain.